UNTUK APA HIDUP
UNTUK APA HIDUP
Seiring berjalannya waktu tanpa terasa perubahan fisik dari masa ke masa semakin signifikan dari mulai anak-anak, remaja ke dewasa dan setelah dewasa selain perubahan fisik juga akan terjadi perubahan pola pikir atau sudut pandang tentang tujuan hidup.
Ketika masa sekolah menengah ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di tingkat universitas ternama maka setelah tercapai langkah selanjutnya adalah mendapatkan pekerjaan impian. Begitulah hidup alur dari lahir, masa anak-anak, remaja, dewasa sampai tua. Berbagi fase dilalui dan disetiap fase kehidupan selalu ada langkah yang pasti dilewati kebanyakan manusia yang setiap fase mempunyai resolusi yang berbeda-beda.
Setelah resolusi terwujud dan segala impian keduniawian sudah menjadi rutinitas keseharian muncul pertanyaan sebenarnya untuk apa hidup ini? Apakah hanya untuk menjalani rutinitas yang sudah dijalankan sebelumnya atau ada tujuan lain? Apakah hidup ini hanya untuk kebahagiaan diri sendiri? Lantas bagaimana dengan peran kita untuk orang lain? Selain daripada hal tersebut tentu ada alasan lain mengapa manusia diciptakan.
Bumi, langit, lautan, alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, manusia diciptakan oleh-Nya agar beribadah kepada-Nya menjalankan segala perintah serta menjauhi segala larangan-Nya. Alam yang sudah dititipkan kepada umat manusia sudah seharusnya kita jaga dengan sebaik-baiknya, manfaatkan seperlunya kita rawat jangan berbuat kerusakan, karena jika kita menjaga alam maka alam akan memberikan manfaat yang akan dinikmati oleh anak cucu kita dan sebaliknya apabila alam kita rusak dia bisa menghancurkan kita dan hanya kerusakan yang diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Sesama manusia kita diciptakan dari berbagai suku, bangsa, adat istiadat yang berbeda. Kita diciptakan Tuhan agar saling mengenal, perbedaan itu adalah sesuatu yang sudah digariskan Tuhan, maka alangkah baiknya apabila kita menghormati satu sama lain tanpa merasa kita lebih baik dari golongan tersebut. Dengan adanya perbedaan kita bisa membuat suatu hal dari berbagai sudut pandang dan menebarkan kedamaian baik setiap manusia.
Ketika manusia sudah beranjak dewasa jangan sampai seluruh hidupnya hanya dicurahkan untuk dirinya sendiri, untuk keluarganya sendiri, melainkan juga harus berperan lebih luas di masyarakat, menolong yang lemah, membantu yang membutuhkan dan menebarkan kebermanfaatan bagi banyak orang.
Dalam hukum alam saja jika kau berbuat baik itu seperti kau menanam buah, suatu saat kau akan memanennya. Dari hukum Tuhan juga tentu kau akan mendapatkan kebaikan atas perbuatan baikmu. Tapi baik saja tidak cukup karena dengan diam serta tidak menyakiti orang saja kau sudah masuk kategori baik, yang lebih hebat lagi adalah baik dan bermanfaat bagi orang lain.
Maka tanamkanlah dalam hidup agar hidup tidak sekedar hidup, tapi bermanfaatlah bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, agama dan negara. Karena sesungguhnya hidup akan lebih bermakna jika kita sudah bisa memberikan senyuman di hati orang lain.
Salam,
Imbar Abdullah

Komentar
Posting Komentar